Belajar Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah merupakan salah satu langkah penting dalam belajar ngaji. Meskipun terlihat sederhana, masih banyak yang sering tertukar saat membacanya, terutama bagi yang baru mulai mempelajari ilmu tajwid. Akibatnya, bacaan Al-Qur’an menjadi kurang tepat dan tidak sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Padahal, memahami hukum bacaan ini dapat membantu memperbaiki pelafalan setiap ayat agar terdengar lebih fasih.
Kabar baiknya, membedakan Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah sebenarnya tidak sulit jika di pelajari secara bertahap. Dengan memahami ciri-ciri, mengenal huruf-hurufnya, dan sering berlatih membaca, insyaAllah bacaan Al-Qur’an akan semakin baik dari waktu ke waktu. Semakin rutin berlatih dan mengulang materi, semakin mudah pula mengenali perbedaan kedua hukum bacaan tersebut saat membaca Al-Qur’an.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Apa Itu Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah?
Sebelum membedakan keduanya, penting untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu. Dengan mengetahui dasar-dasarnya, proses mempelajari hukum tajwid akan terasa lebih mudah dan tidak membingungkan ketika membaca Al-Qur’an.
Alif Lam merupakan huruf ال yang sering muncul di awal kata dalam bahasa Arab. Cara membacanya berbeda tergantung pada huruf yang datang setelahnya. Dalam ilmu tajwid, perbedaan cara membaca tersebut disebut Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah. Memahami hukum bacaan ini akan membantu setiap muslim membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar.
Secara umum:
- Alif Lam Syamsiyah: huruf “lam” tidak dibaca karena melebur (idgham) ke huruf setelahnya, sehingga bunyi bacaan langsung mengikuti huruf berikutnya.
- Alif Lam Qamariyah: huruf “lam” tetap dibaca dengan jelas (izhār), sehingga bunyi “al” masih terdengar ketika dilafalkan.
Memahami aturan ini sangat membantu agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih fasih, sesuai kaidah tajwid, dan terhindar dari kesalahan dalam melafalkan setiap ayat. Dengan berlatih secara rutin, kemampuan membedakan Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah akan terus meningkat sehingga membaca Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan lebih tepat.
Cara Membedakan Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah
Alif Lam Syamsiyah
Pada Alif Lam Syamsiyah, huruf lam tidak terdengar karena melebur (idgham) ke huruf setelahnya. Akibatnya, bacaan langsung mengikuti huruf berikutnya yang biasanya memiliki tanda tasydid. Jumlah huruf Syamsiyah ada 14 huruf, yaitu:
ت، ث، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ل، ن
Apabila setelah “ال” bertemu salah satu huruf tersebut, maka huruf lam tidak dibaca. Cara mudah mengingatnya adalah dengan sering membaca contoh-contohnya di dalam Al-Qur’an dan membiasakan diri mendengarkan bacaan dari guru yang benar.
Contoh:
- الشَّمْسُ → Asy-syamsu
- النَّاسُ → An-naasu
- الرَّحْمٰنُ → Ar-Rahmaan
Perhatikan bahwa bunyi “lam” tidak dibaca sama sekali, melainkan langsung masuk ke huruf setelahnya.
Alif Lam Qamariyah
Sebaliknya, pada Alif Lam Qamariyah, pembaca tetap melafalkan huruf lam dengan jelas sehingga bunyi “al” masih terdengar saat membaca kata tersebut. Huruf Qamariyah juga berjumlah 14 huruf, yaitu:
ا، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، هـ، و، ي
Jika setelah “ال” bertemu salah satu huruf di atas, maka huruf lam harus dibaca dengan jelas (izhār). Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri mengenali huruf-huruf Qamariyah agar tidak tertukar dengan hukum Alif Lam Syamsiyah.
Contoh:
- الْقَمَرُ → Al-qamaru
- الْكِتَابُ → Al-kitaabu
- الْفَلَقِ → Al-falaq
Pada contoh-contoh tersebut, bunyi “lam” tetap terdengar dengan jelas sehingga pengucapannya menjadi “al-qamaru”, “al-kitaabu”, dan “al-falaq” sesuai dengan kaidah tajwid.
Ciri-Cirinya
Agar semakin mudah membedakannya, berikut beberapa ciri yang dapat diperhatikan.
Ciri Alif Lam Syamsiyah
- Huruf lam tidak dibaca.
- Huruf setelah lam memiliki tanda tasydid.
- Suara langsung masuk ke huruf berikutnya.
Ciri Alif Lam Qamariyah
- Huruf lam dibaca jelas.
- Huruf setelah lam tidak bertasydid karena hukum ini.
- Bunyi “al” terdengar dengan jelas.
Ketika sudah terbiasa membaca Al-Qur’an, pembaca akan semakin mudah membedakan Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah tanpa harus berpikir terlalu lama.
Tips Mudah Menguasai Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah
Belajar tajwid akan terasa lebih ringan jika dilakukan sedikit demi sedikit secara rutin. Agar lebih mudah memahami hukum tajwid ini, cobalah beberapa cara berikut.
- Hafalkan terlebih dahulu 14 huruf Syamsiyah.
- Latih membaca ayat yang mengandung Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah setiap hari.
- Dengarkan bacaan qari agar telinga terbiasa membedakan cara pelafalannya.
- Mintalah koreksi dari guru ngaji agar kesalahan dapat segera di perbaiki.
- Ikuti kursus ngaji yang memberikan bimbingan secara bertahap dan konsisten.
Belajar tajwid bukan tentang seberapa cepat menguasainya, melainkan seberapa istiqamah dalam memperbaiki bacaan. Apabila ingin belajar dengan lebih terarah, Khoirunnas siap mendampingi proses belajar melalui bimbingan guru ngaji yang sabar, pembelajaran privat, serta jadwal yang fleksibel sehingga setiap materi dapat di pahami sesuai kemampuan masing-masing.
Kesimpulan
Memahami Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah tidak sesulit yang di bayangkan jika di pelajari secara bertahap. Kuncinya adalah mengenali huruf-hurufnya, memahami perbedaan cara membacanya, serta rutin berlatih membaca Al-Qur’an. Dengan latihan yang konsisten, kemampuan membaca akan semakin baik dari waktu ke waktu.
Baik belajar ngaji secara mandiri maupun melalui kursus ngaji, yang terpenting adalah terus berusaha memperbaiki bacaan dengan bimbingan guru ngaji yang sabar dan terarah. Semoga setiap langkah dalam mempelajari Al-Qur’an menjadi amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Ingin belajar ngaji dengan bimbingan sabar dan terarah? Coba gratis 1x pertemuan di Khoirunnas.

