Cara Menerapkan Izhar Syafawi dalam Bacaan Al-Qur’an

Pendahuluan

Menerapkan Izhar Syafawi merupakan salah satu bagian penting dalam belajar ilmu tajwid agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih jelas dan tepat. Izhar Syafawi berkaitan dengan cara membaca mim sukun (مْ) ketika bertemu dengan huruf hijaiyah tertentu. Meskipun terlihat sederhana, hukum bacaan ini perlu dipahami agar setiap huruf dapat dilafalkan sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajnya.

Dalam proses belajar ngaji, seseorang mungkin sudah lancar membaca huruf dan ayat Al-Qur’an, tetapi belum menyadari adanya hukum bacaan tertentu pada setiap pertemuan huruf. Karena itu, Izhar Syafawi perlu dipelajari melalui contoh dan latihan secara perlahan. Dengan bimbingan guru ngaji yang sabar dan latihan yang konsisten, kamu dapat memperbaiki kesalahan membaca sedikit demi sedikit sehingga bacaan Al-Qur’an semakin baik.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Hadis tersebut mengingatkan bahwa belajar Al-Qur’an merupakan proses yang sangat mulia. Karena itu, tidak perlu merasa malu ketika masih melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah terus berusaha memperbaiki bacaan.

Pengertian Izhar Syafawi

Izhar secara bahasa berarti jelas atau terang, sedangkan syafawi berkaitan dengan bibir. Disebut Syafawi karena huruf mim (م) termasuk huruf yang makhrajnya berada pada kedua bibir. Secara istilah tajwid, Izhar Syafawi adalah hukum bacaan ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan salah satu dari 26 huruf hijaiyah selain mim (م) dan ba (ب). Dengan kata lain, apabila terdapat mim sukun kemudian setelahnya muncul huruf hijaiyah selain mim dan ba, maka mim sukun dibaca jelas, tanpa meleburkan suara mim ke huruf setelahnya.

Contoh Sederhana Izhar Syafawi

Misalnya terdapat rangkaian huruf:

مْ + ت

Mim sukun bertemu dengan huruf ta (ت). Karena ta termasuk salah satu dari 26 huruf Izhar Syafawi, maka suara mim dibaca jelas.

Contoh lainnya:

  • هُمْ فِيهَا
  • أَمْ تَقُولُونَ
  • عَلَيْهِمْ غَيْرِ
  • أَنْعَامْتُمْ

Dalam membaca contoh tersebut, suara mim sukun tetap terdengar dengan jelas sebelum masuk ke huruf berikutnya.

Kapan Menerapkan Izhar Syafawi?

Untuk menerapkan Izhar Syafawi, langkah pertama adalah mengenali keberadaan mim sukun dalam sebuah kata atau rangkaian ayat. Setelah itu, perhatikan huruf yang berada setelah mim tersebut. Jika huruf setelah mim sukun bukan mim (م) dan bukan ba (ب), maka hukum bacaannya adalah Izhar Syafawi.

Secara sederhana, cara mengenalinya dapat dilakukan dengan pola berikut:

Mim sukun (مْ) + 26 huruf hijaiyah = Izhar Syafawi

Sedangkan dua huruf yang perlu diperhatikan secara khusus adalah:

  • م → jika mim sukun bertemu mim, berlaku Idgham Mimi.
  • ب → jika mim sukun bertemu ba, berlaku Ikhfa Syafawi.
  • Selain kedua huruf tersebut → berlaku Izhar Syafawi.

Memahami perbedaan ini akan membuat proses belajar tajwid menjadi lebih mudah karena setiap hukum memiliki ciri yang berbeda.

Ingin tahu sudah sejauh mana kemampuan mengaji? Yuk, ikuti test level mengaji di Khoirunnas dan temukan tingkat belajar yang sesuai.

Cara Menerapkan Izhar Syafawi dengan Benar

1. Kenali Mim Sukun

Langkah pertama adalah mengenali tanda sukun pada huruf mim.

Contohnya:

مْ

Ketika menemukan mim dengan tanda sukun, jangan langsung membaca tanpa memperhatikan huruf berikutnya. Perhatikan huruf setelah mim untuk menentukan hukum bacaannya.

2. Perhatikan Huruf Setelah Mim

Setelah menemukan mim sukun, lihat huruf yang mengikutinya. Jika huruf tersebut bukan mim dan bukan ba, maka mim dibaca jelas. Cara sederhana ini dapat di latih ketika membaca Al-Qur’an secara perlahan. Tidak perlu langsung membaca dengan cepat. Justru membaca secara perlahan membantu mata mengenali tanda baca dan membantu mulut mengucapkan setiap huruf dengan lebih tepat.

3. Jangan Menghilangkan Bunyi Mim

Kesalahan yang terkadang terjadi ketika belajar adalah bunyi mim terlalu samar atau justru tidak terdengar dengan jelas. Dalam Izhar Syafawi, suara mim perlu tetap terdengar dengan jelas. Namun, bukan berarti harus ditekan atau dibuat terlalu panjang.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  • Mim sukun tetap terdengar.
  • Tidak meleburkan mim ke huruf setelahnya.
  • Tidak membuat suara mim menjadi terlalu samar.
  • Membaca sesuai makhraj huruf.
  • Menjaga kelancaran bacaan tanpa berlebihan.
4. Latih dengan Membaca Ayat

Pemahaman tajwid akan lebih kuat jika langsung dipraktikkan. Setelah mengetahui teorinya, cobalah mencari contoh mim sukun di dalam Al-Qur’an. Baca perlahan, kemudian perhatikan apakah mim sukun bertemu dengan mim, ba, atau huruf lainnya. Latihan seperti ini dapat menjadi bagian dari rutinitas belajar ngaji. Tidak perlu dalam waktu yang lama. Membaca beberapa ayat dengan teliti setiap hari dapat membantu membentuk kebiasaan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.

Tips Agar Lebih Mudah Menguasai Izhar Syafawi

Menguasai tajwid bukan tentang siapa yang paling cepat memahami, tetapi siapa yang mau terus berlatih. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu:

  1. Latihan sedikit tetapi rutin.
    Luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur’an dengan fokus pada satu hukum tajwid.
  2. Tandai contoh yang ditemukan.
    Ketika menemukan mim sukun, perhatikan huruf setelahnya dan tentukan hukumnya.
  3. Baca dengan suara yang cukup terdengar.
    Dengan begitu, bunyi mim dapat diperiksa apakah sudah dibaca jelas atau belum.
  4. Dengarkan bacaan yang benar.
    Mendengarkan bacaan guru atau qari dapat membantu telinga mengenali perbedaan antara bacaan yang jelas, samar, dan melebur.
  5. Jangan takut mengulang.
    Mengulang ayat bukan berarti belum mampu membaca. Justru pengulangan membantu lidah menjadi lebih terbiasa.

Bagi yang ingin lebih memahami tajwid dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, Khoirunnas menyediakan kursus ngaji online privat dengan bimbingan guru ngaji secara langsung. Materi dapat di sesuaikan dengan kemampuan, mulai dari Iqro, tajwid, tilawah, hingga hafalan.

Kesimpulan

Menerapkan Izhar Syafawi dapat dilakukan dengan mengenali mim sukun (مْ), kemudian memperhatikan huruf yang datang setelahnya. Jika mim sukun bertemu salah satu dari 26 huruf selain mim dan ba, maka mim dibaca dengan jelas. Sementara itu, jika bertemu ba berlaku Ikhfa Syafawi, dan jika bertemu mim berlaku Idgham Mimi. Memahami hukum ini akan membantu bacaan Al-Qur’an menjadi lebih tepat dan teratur. Namun, memahami teori saja belum cukup. Latihan secara rutin membantu mata, lidah, dan pendengaran mengenali serta menerapkan hukum tajwid dengan lebih baik.

Belajar ngaji adalah perjalanan yang tidak harus dilakukan dengan tergesa-gesa. Jika hari ini masih ada bacaan yang belum sempurna, tetaplah berusaha karena sedikit demi sedikit, insyaAllah kemampuan akan berkembang. Untuk memperdalam tajwid dengan suasana belajar yang nyaman dan terarah, kursus ngaji dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan pendampingan guru ngaji, murid dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Ingin belajar ngaji dengan bimbingan sabar dan terarah? Coba gratis 1x pertemuan di Khoirunnas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top