Pendahuluan
Huruf-Huruf Ghunnah menjadi salah satu bagian penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami ketika belajar membaca Al-Qur’an. Ghunnah adalah suara dengung yang keluar melalui rongga hidung ketika membaca huruf atau bacaan tertentu. Meskipun terdengar sederhana, penerapan ghunnah yang tepat dapat membantu bacaan Al-Qur’an menjadi lebih sesuai dengan kaidah tajwid.
Dalam proses belajar ngaji, mungkin masih ada yang bertanya, apa sebenarnya ghunnah itu, huruf apa saja yang memiliki sifat ghunnah, dan berapa lama suara dengung harus dibaca? Pertanyaan tersebut wajar, terutama bagi murid yang sedang mempelajari tajwid dari dasar. Memahami ghunnah bukan hanya tentang teori, tetapi juga perlu latihan untuk mengenali dan melafalkan suara dengung dengan tepat. Dengan latihan rutin dan bimbingan guru ngaji, bacaan akan menjadi lebih terarah dan perlahan semakin lancar.
Pengertian Ghunnah dalam Ilmu Tajwid
Secara sederhana, ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari rongga hidung atau khaisyum. Dalam ilmu tajwid, ghunnah sangat berkaitan dengan huruf ن (nun) dan م (mim), khususnya ketika kedua huruf tersebut berada dalam keadaan tertentu. Ghunnah bukan sekadar memanjangkan suara. Ada tempat dan ketentuan tertentu yang membuat bacaan harus didengungkan. Karena itu, penting untuk memahami kapan ghunnah di terapkan dan bagaimana cara membacanya.
“Membaca Al-Qur’an dengan tajwid bukan sekadar memperindah suara, tetapi juga berusaha menjaga setiap huruf agar dibaca sesuai haknya.”
Bagi yang baru mulai kursus ngaji, pembahasan tentang ghunnah biasanya menjadi bagian dari materi dasar tajwid. Tidak perlu merasa kesulitan jika pada awalnya suara dengung belum terdengar jelas. Kemampuan membaca akan berkembang melalui latihan yang dilakukan secara bertahap.
Huruf-Huruf Ghunnah yang Perlu Dikenali
Dalam pembahasan tajwid, huruf yang paling erat kaitannya dengan ghunnah adalah:
- ن (Nun)
- م (Mim)
Kedua huruf tersebut memiliki sifat ghunnah. Namun, penerapan dengungnya dapat berbeda sesuai dengan hukum bacaan yang menyertainya. Karena itu, saat mempelajari huruf-huruf ghunnah, jangan hanya menghafalkan bahwa nun dan mim merupakan huruf yang berkaitan dengan ghunnah. Perhatikan juga tanda baca dan posisi kedua huruf tersebut dalam sebuah ayat.
1. Ghunnah pada Huruf Nun
Huruf ن (nun) dapat menghasilkan suara dengung dalam beberapa keadaan. Salah satu yang paling mudah dikenali adalah ketika nun memiliki tanda tasydid atau disebut nun bertasydid (نّ).
Contohnya:
إِنَّ
Pada bacaan tersebut terdapat nun bertasydid. Nun dibaca dengan dengung yang jelas dan umumnya di tahan selama dua harakat.
2. Ghunnah pada Huruf Mim
Selain nun, huruf م (mim) juga berkaitan erat dengan ghunnah. Ketika mim memiliki tasydid atau مّ, bacaan tersebut juga dibaca dengan dengung.
Contohnya:
ثُمَّ
Pada kata tersebut terdapat mim bertasydid. Suara mim perlu didengungkan dengan jelas selama dua harakat. Jadi, salah satu cara sederhana untuk mengingatnya adalah dengan memperhatikan nun tasydid dan mim tasydid. Keduanya termasuk bacaan yang membutuhkan ghunnah yang kuat dan jelas.
Ghunnah Musyaddadah: Bacaan Dengung Dua Harakat
Salah satu materi penting ketika membahas Huruf-Huruf Ghunnah adalah ghunnah musyaddadah. Ghunnah musyaddadah terjadi ketika huruf ن atau م memiliki tasydid. Bacaan tersebut didengungkan selama dua harakat.
Contohnya:
- إِنَّ → terdapat nun tasydid.
- أَنَّ → terdapat nun tasydid.
- ثُمَّ → terdapat mim tasydid.
- عَمَّ → terdapat mim tasydid.
Saat membaca, jangan terburu-buru melewati bagian yang memiliki tasydid. Berikan dengung secara proporsional sehingga suara tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang.
Bagaimana Cara Mengetahui Dengung yang Tepat?
Ghunnah berasal dari khaisyum, yaitu rongga hidung. Karena itu, ketika membaca ghunnah, suara dengung akan terasa beresonansi di area hidung.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat latihan:
- Perhatikan apakah nun atau mim memiliki tasydid.
- Rasakan adanya suara dengung dari rongga hidung.
- Pertahankan dengung selama dua harakat pada ghunnah musyaddadah.
- Hindari memanjangkan suara secara berlebihan.
- Dengarkan contoh bacaan dari guru ngaji untuk mengetahui perbedaan bacaan yang tepat.
Latihan mendengarkan sangat membantu karena terkadang seseorang merasa sudah membaca dengan benar, tetapi setelah didengarkan kembali ternyata dengungnya terlalu pendek atau terlalu panjang.
Ingin tahu sudah sejauh mana kemampuan mengaji? Yuk, ikuti test level mengaji di Khoirunnas dan temukan tingkat belajar yang sesuai.
Cara Melatih Ghunnah agar Lebih Lancar
Kemampuan membaca ghunnah dapat dilatih secara bertahap. Tidak perlu langsung mengejar bacaan yang sempurna. Yang penting adalah konsisten dan mau memperbaiki kesalahan.
Cobalah beberapa latihan berikut:
- Mulai dari membaca نّ dan مّ secara perlahan.
- Latih suara dengung selama dua harakat.
- Baca contoh kata yang mengandung nun dan mim tasydid.
- Dengarkan bacaan guru ngaji kemudian tirukan secara perlahan.
- Rekam suara sendiri untuk mengetahui apakah dengung sudah terdengar dengan baik.
- Latihan secara rutin meskipun hanya beberapa menit setiap hari.
Jika masih merasa kesulitan memahami atau melafalkan ghunnah, belajar bersama guru ngaji bisa menjadi pilihan yang membantu. Di Khoirunnas, murid dapat belajar ngaji secara online dengan bimbingan yang sabar dan terarah, sehingga kesalahan bacaan dapat di koreksi secara langsung sesuai kemampuan masing-masing.
Kesimpulan
Huruf-Huruf Ghunnah berkaitan erat dengan huruf ن (nun) dan م (mim). Ghunnah merupakan suara dengung yang keluar melalui rongga hidung dan menjadi bagian penting dalam berbagai hukum bacaan tajwid. Salah satu bentuk yang paling mudah di kenali adalah ghunnah musyaddadah pada nun dan mim bertasydid. Saat membacanya, pembaca perlu mendengungkan suara selama dua harakat.
Selain memahami teori, latihan secara langsung juga sangat penting. Dengan membaca secara perlahan, mendengarkan contoh bacaan, serta mendapatkan koreksi dari guru ngaji, kemampuan membaca ghunnah dapat berkembang secara bertahap. Jangan merasa malu untuk mengulang materi dari dasar, karena setiap langkah kecil dalam belajar ngaji memiliki nilai dan manfaat.
Ingin belajar ngaji dengan bimbingan sabar dan terarah? Coba gratis 1x pertemuan di Khoirunnas.

