Melatih Makhroj Khaisyum merupakan salah satu langkah penting bagi siapa saja yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Meskipun terdengar sederhana, masih banyak yang merasa bingung ketika harus menghasilkan suara dengung (ghunnah) yang keluar melalui rongga hidung. Padahal, ketepatan makhroj akan membuat bacaan Al-Qur’an menjadi lebih indah sekaligus sesuai dengan kaidah tajwid.
Bagi yang sedang belajar ngaji, memahami makhroj bukan sekadar mempelajari teori, tetapi juga melatih kebiasaan agar lidah, mulut, dan saluran pernapasan bekerja dengan benar saat membaca ayat-ayat Allah. Proses ini memang membutuhkan waktu, namun setiap usaha yang dilakukan akan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an.
“Sebaik-baik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dengan latihan yang konsisten dan bimbingan yang tepat, Melatih Makhroj Khaisyum akan terasa lebih mudah. Mari mengenal cara-cara yang dapat dilakukan agar suara ghunnah terdengar jelas dan alami.
Mengapa Melatih Makhroj Khaisyum Itu Penting?
Membantu Bacaan Sesuai Kaidah Tajwid
Ketika ghunnah dibaca dengan benar, hukum tajwid akan terdengar lebih sempurna. Sebaliknya, jika suara dengung tidak muncul atau terlalu pendek, bacaan menjadi kurang tepat.
Membuat Bacaan Lebih Indah
Alunan bacaan Al-Qur’an yang merdu tidak hanya berasal dari suara yang bagus, tetapi juga dari penerapan tajwid yang benar. Ghunnah yang tepat akan memberikan keindahan tersendiri saat membaca.
Menghindari Kesalahan Pengucapan
Banyak orang mampu mengenali hukum tajwid, namun masih kesulitan mempraktikkannya. Dengan latihan rutin, kesalahan ini dapat dikurangi sedikit demi sedikit.
Cara Melatih Makhroj Khaisyum dengan Benar
1. Kenali Letak Rongga Hidung
Langkah pertama dalam Melatih Makhroj Khaisyum adalah memahami bahwa sumber dengung berasal dari rongga hidung, bukan dari tenggorokan ataupun mulut.
Cobalah mengucapkan:
- مّ (Mim tasydid)
- نّ (Nun tasydid)
Saat mengucapkannya, rasakan adanya getaran lembut pada bagian hidung.
2. Tutup Hidung Saat Berlatih
Salah satu cara sederhana untuk mengecek apakah ghunnah sudah benar adalah dengan menutup hidung menggunakan dua jari. Saat membaca huruf Nun (ن) atau Mim (م) yang mengandung ghunnah, perhatikan apakah suara berubah ketika hidung ditutup. Jika suara langsung berubah atau terputus, berarti dengung memang keluar melalui rongga hidung sebagaimana mestinya.
Sebaliknya, jika tidak ada perubahan sama sekali, kemungkinan suara dengung belum keluar dengan benar dan masih berasal dari mulut atau tenggorokan. Latihan sederhana ini sering digunakan oleh guru ngaji saat mengajarkan dasar-dasar makhroj karena membantu santri merasakan langsung letak keluarnya suara ghunnah.
3. Latih Nun dan Mim Bertasydid
Mulailah dari latihan yang paling mudah.
Contohnya:
- إِنَّ
- ثُمَّ
- عَمَّ
- أَنَّ
Perpanjang suara ghunnah sekitar dua harakat sesuai aturan tajwid. Jangan terlalu lama hingga terdengar berlebihan, namun juga jangan terlalu cepat sehingga dengungnya hilang.
4. Latihan Pernapasan yang Stabil
Ghunnah membutuhkan aliran udara yang stabil agar suara dengung terdengar jelas dan alami. Oleh karena itu, penting untuk melatih pernapasan sebelum mempraktikkan bacaan yang mengandung ghunnah. Latihan ini juga membantu menjaga panjang dengungan tetap sesuai dengan kaidah tajwid.
Beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Tarik napas perlahan melalui hidung.
- Buang napas secara perlahan sambil mengucapkan “mmm”.
- Lanjutkan dengan membaca Nun tasydid secara perlahan.
- Ulangi latihan selama 5–10 menit setiap hari.
Latihan sederhana ini membantu menghasilkan dengungan yang lebih alami.
5. Dengarkan Bacaan Qari yang Baik
Belajar melalui pendengaran merupakan salah satu cara yang efektif untuk Melatih Makhroj Khaisyum. Dengarkan bacaan para qari yang memiliki pelafalan tajwid yang baik, lalu perhatikan bagaimana mereka melafalkan ghunnah pada bacaan yang mengandung hukum tajwid tertentu. Dengan sering mendengarkan, telinga akan lebih terbiasa mengenali panjang dan kualitas dengung yang benar.
Fokuskan perhatian pada bacaan yang mengandung hukum Ikhfa, Idgham Bighunnah, Iqlab, serta Nun dan Mim bertasydid. Setelah itu, tirukan bacaannya secara perlahan sambil memperhatikan panjang ghunnah dan cara keluarnya suara. Jika dilakukan secara rutin, latihan ini akan membantu meningkatkan ketepatan bacaan saat belajar ngaji.
6. Belajar Bersama Guru Ngaji
Belajar secara mandiri memang bermanfaat, tetapi terkadang ada kesalahan makhroj yang sulit disadari sendiri. Dengan bimbingan guru ngaji, setiap kesalahan bacaan dapat langsung dikoreksi sehingga proses belajar menjadi lebih tepat, terarah, dan sesuai dengan kaidah tajwid.
Jika ingin memperdalam bacaan Al-Qur’an dengan pendampingan yang sabar, Khoirunnas menyediakan program kursus ngaji privat secara online. Bersama guru ngaji yang berpengalaman, proses belajar ngaji menjadi lebih nyaman karena setiap bacaan akan dibimbing dan dievaluasi secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melatih Makhroj Khaisyum
Beberapa kesalahan berikut cukup sering dilakukan oleh pemula.
- Dengung terlalu pendek sehingga hampir tidak terdengar.
- Dengung terlalu panjang melebihi aturan tajwid.
- Suara keluar dari tenggorokan, bukan rongga hidung.
- Bacaan menjadi sengau secara berlebihan.
- Tidak membedakan bacaan yang memerlukan ghunnah dan yang tidak.
Kesalahan-kesalahan tersebut sangat wajar terjadi pada tahap awal. Yang terpenting adalah terus berlatih dan tidak mudah menyerah.
Tips Agar Latihan Lebih Efektif
Supaya Melatih Makhroj Khaisyum memberikan hasil yang maksimal, beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan.
- Luangkan waktu latihan sekitar 10–15 menit setiap hari.
- Rekam suara sendiri lalu bandingkan dengan bacaan qari yang terpercaya.
- Mintalah koreksi dari guru atau teman yang memahami tajwid.
- Jangan terburu-buru mengejar banyak materi. Fokuslah pada kualitas bacaan.
- Istiqamah berlatih meskipun kemajuannya terasa perlahan.
Sedikit demi sedikit, kemampuan membaca Al-Qur’an akan berkembang dengan izin Allah.
Kesimpulan
Melatih Makhroj Khaisyum membutuhkan kesabaran, latihan yang rutin, serta bimbingan yang tepat. Dengan memahami letak keluarnya suara, melatih bacaan Nun dan Mim bertasydid, menjaga aliran napas, dan membiasakan diri mendengarkan bacaan qari, kemampuan membaca Al-Qur’an dapat meningkat sedikit demi sedikit. Kehadiran guru ngaji juga membantu memperbaiki kesalahan makhroj sehingga proses belajar ngaji menjadi lebih terarah.
Tidak perlu merasa terburu-buru untuk menguasainya dalam waktu singkat. Setiap usaha untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Teruslah berlatih dengan penuh keikhlasan dan istiqamah, karena setiap langkah kecil hari ini akan membawa bacaan yang semakin baik di masa mendatang.
Ingin belajar ngaji dengan bimbingan sabar dan terarah? Coba gratis 1x pertemuan di Khoirunnas.

