Belajar ilmu tajwid adalah salah satu langkah penting dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Di antara materi dasar yang perlu di pahami adalah Huruf Syiddah dan Rakhawah. Keduanya merupakan sifat huruf yang memengaruhi cara suara keluar saat huruf diucapkan. Meskipun terlihat sederhana, pemahaman tentang kedua sifat ini sangat membantu dalam menghasilkan bacaan yang lebih tepat sesuai dengan kaidah tajwid.
Bagi sebagian orang yang sedang belajar ngaji, pembahasan tentang sifat huruf mungkin terasa cukup rumit. Namun sebenarnya, memahami perbedaan huruf syiddah dan rakhawah dapat membantu kita membaca Al-Qur’an dengan lebih tepat dan sesuai kaidah tajwid. Dengan memahami sifat setiap huruf, kita tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjaga kemurnian lafaz Al-Qur’an sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Huruf Syiddah dan Rakhawah dalam Tajwid
Huruf Syiddah
Syiddah secara bahasa berarti kuat atau keras. Dalam ilmu tajwid, syiddah adalah sifat huruf yang menyebabkan suara tertahan ketika huruf tersebut di ucapkan karena kuatnya tekanan pada makhraj.
Huruf-huruf syiddah terkumpul dalam kalimat:
أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ
Artinya terdapat delapan huruf syiddah, yaitu:
ء، ج، د، ق، ط، ب، ك، ت
Ketika mengucapkan huruf-huruf ini, suara akan terasa berhenti sejenak sebelum dilepaskan.
Contoh Huruf Syiddah
Beberapa contoh bacaan yang mengandung huruf syiddah:
- أَتْ
- يَقْطَعُ
- أَجْرٌ
- يَكْتُبُ
Pada contoh tersebut, suara tidak mengalir panjang, melainkan tertahan di makhraj huruf sebelum keluar.
Huruf Rakhawah
Rakhawah adalah kebalikan dari syiddah. Secara bahasa, rakhawah berarti lunak atau lembut. Dalam ilmu tajwid, rakhawah merupakan sifat huruf yang membuat suara mengalir saat huruf di ucapkan karena tidak adanya penahanan suara yang kuat pada makhraj.
Huruf rakhawah mencakup sebagian besar huruf hijaiyah selain huruf syiddah dan tawassuth. Ketika membaca huruf-huruf rakhawah, aliran suara dapat terus berjalan selama napas masih tersedia, terutama jika huruf tersebut dalam keadaan sukun. Karena itu, suara yang dihasilkan terdengar lebih mengalir dibandingkan huruf-huruf yang memiliki sifat syiddah.
Contoh Huruf Rakhawah
Beberapa huruf yang termasuk rakhawah antara lain:
ف، س، ش، ث، ز، ظ، خ، غ، ح، ه، و، ي
Contoh bacaan:
- يَفْعَلُ
- يَسْمَعُ
- شَهِيدٌ
- الْغَفُورُ
Pada huruf-huruf tersebut, suara terasa lebih mengalir di bandingkan huruf syiddah.
Perbedaan Huruf Syiddah dan Rakhawah
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perbedaan utama antara huruf syiddah dan rakhawah. Memahami perbedaan ini dapat membantu kita melafalkan huruf hijaiyah dengan lebih tepat sesuai kaidah tajwid, sehingga bacaan Al-Qur’an terdengar lebih jelas dan sesuai dengan sifat setiap huruf.
1. Aliran Suara
Huruf syiddah membuat suara tertahan di makhraj sebelum dilepaskan. Saat mengucapkannya, aliran suara seolah berhenti sesaat karena adanya tekanan yang kuat pada tempat keluarnya huruf. Sedangkan huruf rakhawah membuat suara mengalir ketika di ucapkan, sehingga aliran suara dapat terdengar lebih panjang dan lembut selama tidak terputus oleh huruf lain.
2. Kekuatan Tekanan
Pada huruf syiddah terdapat tekanan yang lebih kuat sehingga suara berhenti sesaat sebelum keluar dengan jelas. Karena itu, pengucapannya memerlukan ketegasan agar sifat hurufnya terdengar dengan benar. Sementara pada huruf rakhawah tekanan lebih ringan sehingga suara dapat terus mengalir tanpa hambatan yang kuat pada makhraj.
3. Cara Pelafalan
Huruf syiddah membutuhkan ketepatan dalam menahan suara sebelum melepaskannya. Jika tidak ditahan dengan benar, sifat syiddah bisa menjadi kurang jelas saat dibaca. Sebaliknya, huruf rakhawah membutuhkan kemampuan menjaga aliran suara agar tetap mengalir secara alami tanpa berlebihan. Dengan latihan yang rutin, perbedaan cara pelafalan kedua sifat huruf ini akan semakin mudah dikenali dan diterapkan saat membaca Al-Qur’an.
Tabel Perbandingan Singkat
| Syiddah | Rakhawah |
|---|---|
| Suara tertahan | Suara mengalir |
| Tekanan kuat | Tekanan lebih ringan |
| Huruf terbatas (8 huruf) | Sebagian besar huruf hijaiyah |
| Contoh: ق، ط، ب | Contoh: ف، س، ش |
Mengapa Memahami Huruf Syiddah dan Rakhawah Itu Penting?
Banyak kesalahan bacaan Al-Qur’an terjadi karena kurang memahami sifat huruf. Seseorang mungkin sudah mengenal huruf hijaiyah, tetapi belum tentu mampu melafalkannya sesuai sifat yang benar.
Memahami Huruf Syiddah dan Rakhawah membantu kita:
- Membaca Al-Qur’an dengan lebih tepat.
- Mengurangi kesalahan makna akibat pelafalan yang kurang sesuai.
- Meningkatkan kualitas bacaan saat tilawah maupun murajaah.
- Menambah pemahaman terhadap ilmu tajwid secara menyeluruh.
Dalam proses belajar ngaji, materi seperti ini biasanya dijelaskan secara bertahap oleh guru ngaji agar peserta dapat mempraktikkannya langsung. Di Khoirunnas, peserta belajar dengan pendampingan yang sabar dan terarah sehingga lebih mudah memahami materi tajwid, termasuk sifat huruf seperti syiddah dan rakhawah, melalui penjelasan serta praktik membaca yang dilakukan secara bertahap.
Kesimpulan
Huruf Syiddah dan Rakhawah merupakan bagian penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami oleh setiap muslim yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Huruf syiddah memiliki sifat suara yang tertahan ketika diucapkan, sedangkan huruf rakhawah memiliki sifat suara yang mengalir. Perbedaan sifat ini membantu pembaca melafalkan setiap huruf sesuai dengan karakteristiknya sehingga bacaan menjadi lebih tepat dan jelas.
Dengan memahami perbedaan keduanya, kita dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik sesuai kaidah tajwid yang benar. Meskipun mempelajari sifat huruf membutuhkan waktu dan latihan, proses tersebut akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara konsisten. Melalui bimbingan guru ngaji yang sabar dan mengikuti kursus ngaji yang terarah, kemampuan membaca Al-Qur’an dapat terus berkembang sehingga bacaan menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.
Ingin belajar ngaji dengan bimbingan sabar dan terarah? Coba gratis 1x pertemuan di Khoirunnas.

